Hati-hati! Mukena dengan Renda Bermotif Salib Beredar
Redaksi: Fauziya
MuslimahZone.com – Ada-ada saja akal bulus kristenisasi yang dilakukan secara terselubunh. Menjelang Ramadhan beredar broadcast terkait mukena dengan motif salib. Mukena ini banyak dijual secara online dengan bermacam warna yang menarik.
Jika melihat sepintas, mukena ini terlihat tidak berbeda dengan mukena pada umumnya dengan hiasan renda di depannya. Namun, renda itulah yang justru menjadi masalah karena membentuk salib besar dengan jelas.
“Pembeli diminta untuk lebih teliti lagi, dan harus jeli. Perhatikan detailnya,” komentar M. Hidayat Rafiyanda, seorang nitizen yang juga biasa berjualan online.
“BOIKOT MUKENA SALIB….! Mohon perhatikan mukena dari gambar tersebut. Mukena ini lagi booming. Nama mukenanya al-aghani. Kalau yang ori bisa sampe 1 jutaan. Yang replika banyak beredar.” katanya mengingatkan nitizen yang lain.
Alhamdulillah, Hidayat diingatkan oleh suppliernya yang seorang muallaf terkait tanda salib pada mukena tersebut.
Kasus ini menyadarkan kita untuk lebih berhati-hati lagi dalam membeli dan menggunakan produk yang terkadang tanpa disadari mengandung hadharah (peradaban yang berasal dari ideologi tertentu) khas kafir, karena berbagai makar dari kaum kafir akan senantiasa mengintai kita.
Allah ta’ala berfirman,
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. al-Baqarah (2) : 120)
Juga Hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).
(fauziya/muslimahzone.com)
https://www.muslimahzone.com/hati-hati-mukena-dengan-renda-bermotif-salib-beredar/
Senin, 22 Juni 2015
Lauren Booth : Adik Ipar Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair Masuk Islam
![]() |
| Lauren Booth Sebelum Berhijab |
Redaksi: Fauziya
MuslimahZone.com – Ketika hidayah Allah telah sampai pada diri seseorang, maka tiada manusia yang mampu membendungnya.
Siapapun orangnya, jika Allah ta’ala menghendaki dan telah terhujam keyakinan kuat dalam dirinya untuk memilih jalan kebenaran, maka apalah arti diri dia sebelumnya, sebesar apapun maksiat yang telah dia lakukan di masa lalu.
Adalah Lauren Booth, adik ipar mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang mendukung Israel. Kunjungannya ke Gaza mengantarkannya pada cahaya Islam. Berikut sepenggal kisah indahnya yang ditulis Kafil Yamin di laman fimadani.com, Senin (22/06/2015).
Ramadhan 1429 H. (2008), wartawan cantik BBC Lauren Booth pergi ke Gaza. Setelah melalui berbagai pemeriksaan dan hambatan oleh pasukan Israel, sampai juga ia di sebuah perkampungan Palestina.
Ia mengetuk pintu sebuah rumah. Pintu segera terbuka, seorang ibu Palestina keluar, dengan wajah berseri-seri, “Assalamu’alaikum, faddhal (silahkan masuk).”
Lauren bercerita: “Wajahnya berseri, matanya bersinar, dia mempersilahkan saya masuk ke rumahnya seperti mempersilahkan saya masuk ke istana Taj Mahal. Seakan-akan rumahnya adalah tempat terindah di dunia.”
Lauren memperhatikan rumahnya: Hanya dinding, atap, dan dua tikar terhampar. Satu tikar untuk tidur dan
![]() |
| Lauren Booth Setelah Berhijab |
Tapi ungkapan wajah dan bahasa tubuhnya seperti orang yang sangat berbahagia, Lauren tak habis pikir.
Mereka pun duduk di tikar. Dan si ibu menyodorkan makanan, yang hanya terdiri dari roti, bumbu, dan selada. Melihat ‘menu prihatin’ itu, Lauren berulang-ulang menolak tawaran makanan itu, bukan tidak suka, tapi bagaimana mungkin ia memakan makanan orang miskin? Yang makanannya sangat terbatas? Hanya makanan itulah yang si ibu punya.
Tapi si ibu terus menyodorkan makanan. “Anda adalah tamu kami,” katanya. Akhirnya, untuk sekedar menghargai, dia memakan satu roti sembari bilang: “Mari makan bersama.”
Si Ibu menolak karena sedang puasa.
Seperti diceritakannya, ia marah kepada si ibu itu “Sudah prihatin, ada makanan, nahan-nahan makan.”
“Saya marah kepada Islam, yang mengharuskan orang berlapar-lapar selama 30 hari. Saya marah kepada Qur’an, yang mewajibkan ibu ini menahan lapar dan dahaga, padahal mereka butuh makan-minum, dan makanan minuman itu ada.”
“Saya jengkel. Maka saya tanya ibu itu: Mengapa ibu puasa? Untuk apa?”
Ibu itu menjawab: “Kami berpuasa untuk bersyukur kepada Tuhan, karena bisa merasakan apa yang dialami saudara-saudara kami yang miskin.”
Lauren bercerita lagi, dengan suara gemetar: “Mendengar jawaban itu, saya tak kuasa membendung air mata. Ibu ini tak punya apa-apa di dunia. Dia masih bersyukur dan berbagi rasa dengan orang yang lebih malang darinya.”
Ketika menuliskan ini, kulit saya pun merinding, malu pada ibu itu, ingat sudah punya ini-itu, masih ingin ini-itu, masih terus merasa kurang, dan sangat-sangat-sangat sedikit berkorban untuk orang lain.
Hening beberapa saat dalam diri Lauren. Lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: “Jika ini Islam, Saya ingin jadi Muslim.”
Tahun 2010, Lauren muncul di saluran TV Islam dalam acara Global Peace and Unity, mengenakan busana Muslimah, dan memaklumkan: “My name is Lauren Booth, and I am a Muslim.”
(fauziya/muslimahzone.com)
https://www.muslimahzone.com/keislaman-adik-ipar-tonny-blair-si-pendukung-israel/
Langganan:
Postingan (Atom)



